Sabtu, 27 Juli 2013

cerpen gue

Pengalamanku sayang, pengalamanku malang
(Pengarang : Asrori Zainur Ridho)


Hari ini hari Jum’at di sekolah, aku diajak teman-teman pramukaku untuk ikut bersama dalam lomba LT2 di kwarran kami, tapi tentang hal itu aku masih bingung karena sekarang aku telah kelas 3 SMP dan hanya aku sendiri yang ikut eskul pramuka untuk angkatan kelas 3-nya, lagi pula kepsek kami mengenalku, beliau mengenalku karena aku memang sering mewakili sekolah dalam lomba, khususnya lomba akademik, sehingga aku harus berpikir 7 keliling, karena beliau telah berpesan kepadaku, bila sudah kelas 3 utamakanlah belajar, karena yang dihadapi adalah UN, sehingga aku benar-benar bingung untuk ikut ataupun tinggal dirumah, kalau di bidang Pramuka sih mungkin memang aku yang paling dijagokan, dari simpul, bahasa isyarat, hingga LKBB, selalu aku yang disuruh oleh Pembina kami dalam mengajari adik-adik kelas 1 dan 2, atau mungkin aku yang disuruh karena aku yang satu-satunya paling tua ? mungkin saja.

Tapi pikirku Ujian Nasional itu masih lama, sehingga jika aku ikut  kan Cuma izin 1 hari doang, yaitu hari Sabtu ! yap lomba itu dimulai hari ini, yaitu Jum’at siang sampai sabtu sore, kalau izin dari orang tua sih pasti mengizinkan, tapi bagaimana dengan pelajaran yang tertinggal untuk esok hari, apalagi besok gurunya pada killer semua, wah bisa bahaya nih ! tapikan aku bakal dapat izin pula dari sekolah dan tak ada alasan bagi mereka untuk memarahiku, yaa bagaimana yah ? kalau kemah biasa sih sudah sering tapi ini kan lomba LT2 jarang-jarang aku bisa ikut, apalagi kelulusan telah diambang mata, mungkin ini kesempatan terakhirku untuk mendapatkan pengalaman dari pramuka. Baiklah kalau begitu aku ikut saja, demi Pramuka dan pengalaman terakhirku di SMP

Kemudian temanku yang satu ini mengajakku berkumpul di perpustakaan, dan kami langsung goes to library, sesampainya disana perpustakaan bukan lagi tempat yang hening melainkan ribut seperti pasar, apalagi setelah kuamati ternyata petugas perpustakaannya tidak ada dipos jaganya mungkin ia sedang ada kerjaan diluar sana, Kemudian kami membagi tugas siapa yang bawa ini dan siapa yang membawa itu. Jadi kesimpulan rapat ini, setelah selesai Jum’atan berkumpul didepan SMP dan berangkat bersama-sama. Kemudian kami kembali ke kelas masing-masing.

Sekarang telah jamnya pulang, sesampainya dirumah aku langsung packing barang barang mana saja yang akan ku bawa, seperti beras, sendok,gelas, piring, peralatan sholat dll. Setelah semua siap aku langsung mandi dan pergi ke masjid, untuk melaksanakan sholat Jum’at. Setelah Sholat Jum’at kami berkumpul di depan SMP.

Sambil mengendarai sepeda motor bebekku yang tercinta akhirnya aku sampai juga di SMPku, ternyata masih sepi padahal sudah setengah tiga, kan janjinya tadi jam 2 lewat 15, tapi tak apalah mungkin memang akunya saja yang memang rajin yang membuatku harus menunggu teman-teman lainnya. Jam telah menunjukan pukul 3 tepatl, akhirnya anggota telah lengkap semua, dianggota ini aku bertindak sebagai wakil pindru, dan sebut saja Zen sebagai pindru kami, kemudian ia membagi-bagi barang yang akan dibawa karena lokasi perlombaan cukup jauh dan sepeda motor pun tidak semuanya bawa, setelah beberapa lama akhirnya kami semua deal dan langsung capcus ke lokasi perlombaan alias kwarran.

Sesampainya di lokasi perlombaan kami langsung memarkirkan sepeda motor kami dengan rapi dan menyusun barang-barang kami sebelum pemeriksaan apa yang kita bawa atau biasanya disebut dengan packing. Yaa semoga saja dari packing ini kami mendapatkan nilai yang lumayan bagus, sambil menunggu kami melihat ada regu pramuka lain yang datang sebut saja dari SMP Y, mereka datang menggunakan mobil pick up, wah nyaman sekali mereka sedangkan aku harus bersama bebekku plus temanku yang minta digonceng. Setelah itu mereka turun dari mobil dan berbaris berbanjar sambil menyanyikan yel-yel mereka, waduh mereka kompak sekali sampai sampai mereka bernyanyi sambil goyang itik, hahahahaha itu membuat kami tertawa, apalagi mereka membawa perlengkapan lengkap seperti bendera semaphore, kotak PPPK dan sebagainya, satu hal yang harus kami akui mereka lebih kreatif dibanding kami.

Akhirnya pemeriksaan barang bawaan dimulai, SMP kami yang lebih dulu diperiksa, dan yang memeriksa barang bawaan kami adalah kakak-kakak yang masih penegak, “wah mereka keliatannya serius sekali memeriksanya, seperti lagi merazia atau mencari bom saja” candaan temanku padaku. Setelah selasai giliran pun berganti, di lokasi ini ada 4 sekolah yang mengikuti lomba yaitu sekolah kami, sekolah X dan sekolah Y, serta sekolah Z. kemudia giliran SMP X yang diperiksa, dalam selang waktu tersebut kami menyempatkan waktu untuk pergi ke mushola untuk beribadah. Setelah beribadah kami kembali ke lokasi dan mengikuti apel pembukaan.

Setelah selesai apel kami beristirahat sejenak dan Pembina kami mempersilahkan kami untuk bersiap sholat maghrib berjamaah di tengah lapangan bersama seluruh anggota lainnya, setelah selesai sholat kami makan malam tentunya makan nasi bungkus dulu, soalnya kalau masak menggunakan komporkan gak mungkin waktunya, apalagi mesti nyuci beras dan sebagainya, kemudian sebelum mendirikan tenda kami diminta sholat Isya berjamaah lagi.

Setelah sholat kemudian kami, seluruh peserta lomba dikumpulkan semua, kami diberikan arahan untuk mendirikan tenda, ternyata kami diminta untuk mendirikan tenda dihutan, aplagi sekarang telah menunjukan pukul 10 malam, harinya mendung pula, ya walaupun kami diberi satu batang lilin yang cukup besar seperti lilin yang ada di sinetron babi ngepet, disalah satu channel Indonesia pada saat zaman bahula dulu, Lagi-lagi kami diminta agar sangat berhati-hati karena jika sumber penerangan mati, maka habislah kami, walaupun kami memang membawa senter tapi apadaya jika sudah disita oleh kakak-kakak penegak itu, Lagi arahan yang tidak kami sukai, kami tidak boleh membawa apapun menggunakan tangan, semuanya harus dipikul dibelakang punggung, selesai mendapat arahan kemudian pindru kami mencabut suatu gulungan kertas untuk menentukan lokasi dimana kami akan berkemah, oh ya dan untuk penerangan jalan kata orang itu telah dipasang lilin-lilin sebagai petunjuk rute perjalanan, berarti jika lilin pada pinggir jalan itu mati, maka kami tidk bisa menirika tenda, alias tersesat, waduh !!, kemudian kami diminta untuk mempersiapkan barang bawaan dan berganti ke kakak kakak pembinanya yang diberi arahan.

Hahahahaha aku tertawa melihat temanku yang gemuk menggendong kompor kasihan sekali ia, tapi bagaimanapun yang gemuk dan power yang paling good kan dia. Uh barang bawaanku terasa seberat 24 kg, aku tidak menyangka akan seberat itu mungkin karena stamina dan tingkat kelelahan pada level paling bawah. Setelah siap kemudian kami berangkat. Lilinpun turn on.

Dan itu rute awal kami, kemudian kami masuk ke hutan itu, wah malam ini bulan benar-benar tidak terlihat, benar-benar gelap bung. Terasa sudah 2km kami terus mengikuti lilin-lilin dipinggir jalan, kami dikumpulkan lagi untuk mulai membuat peta-pita, “malam-malam seperti ini, tanpa melihat dengan pasti panorama kiri dan kanan, oh tuhan” keluhku. Kemudian kami berjalan lagi tak lama kemudian “oh tidak aku terpeleset, lumpur sialan, oh tidak ini kotoran sapi, arrrggh ternyata disini kandang sapi, sepatuku bau kotoran sapi deh jadinya” kesalku dan temanku mentertawakannya, akhirnya kami sampai juga dilokasi untuk mendirikan tenda, ternyata kakak-kakak penegak tersebut telah bejaga di pos mereka masing-masing, untuk keamanan kami.

Yap kini waktunya kami mendirikan tenda, uh tenggorakanku bagaikan gurun sahara, kulihat tas temanku ternyata ada botol minuman air mineral dengan merk yang masih terpasang rapi tanpa bersegel ditutupnya, ya langsung saja aku minum “Brusshhh” sekali teguk langsung kusembur keluar air itu, lagi teman-temanku mentertawakanku, ternyata yang kuminum bukan air mineral, tapi minyak tanah untuk menyalakan kompor untuk memasak, langsung saja perutku demokrasi anarkis, oh aku tak tahu apa yang harus kulakukan lagi, setelah tenda selesai dibuat diriku langsung terkapar dalam tenda, betapa malangnya nasibku.

Semua teman-temanku lagi berdebat membuat peta-pita, sedangkn aku hanya terdiam meratapi nasibku, uh sakitnya perutku hanya bisa membuatku bermimpi ke angkasa yang pertama kali. Aku tak tahu lagi apa yang kawan-kawanku lakukan, mungkin mereka masih membuat peta pita atau sudah tertidur tapi yang jelas aku benar-benar tidak bisa turun tangan dalam membuat peta pita.

Sekarang sudah jam 3 lewat 30 pagi aku terbangun dari tidurku merasakan ginjalku yang berdenyut-denyut mulai tadi yang dikarenakan ingin buang air besar dan air kecil yang mulai tadi ku tahan-tahan, sebenarnya ingin sekali kulepas namun pengalamanku dalam MCK masih sangat minim atau bisa dibilang masih sama dengan nol. Biasanya aku membawa cangkul untuk MCK tapi untuk apa juga disini ada sapi orang pasti ini lahan sudah ada yang punya, sehingga aku lebih memilih untuk buang air kecil saja dulu, apalagi rasa minyak tanah dalam tubuhku masih benar-benar terasa padahal sudah 2 botol air mineral ukuran paling besar, dan sekarang tinggal 1 botol untuk teman-teman lainnya. Aku benar-benar menderita karnanya sampai-sampai aku bertanya pada teman-temanku, apa besok aku akan mati ?, eh teman-temanku malah tertawa, “ya enggalah !! salah sendiri minyak tanah kok diminum !” sindir kawanku. Adzan shubuh pun kemudian terdengar sampai kesini, ingin sekali ku ikut sholat tapi mulai tadi selalu buang angin.

Matahari terbit pun telah terlihat disela-sela dedaunan pohon, kami segera apel pagi, ya sebenarnya aku tidak bisa, tapi tetap kupaksakan saja, sebnarnya di samping kanan tenda kami ada pos jaga penegak sekitar  150 meter, tapi aku lebih memilih untuk tidak melapor, kalau kalau nanti aku dibilang anak manja nan ceroboh. Setelah apel pagi kami kembali ke lokasi perlombaan tentunya bersama regu lain serta didampingi kakak-kakak penegak.

Setelah sampai di lokasi perlombaan kami diminta untuk membagi orang untuk mengikuti beberapa cabang lomba pramuka, seperti semaphore dan morse, tali temali, lkbb, menaksir jarak dan tinggi benda, dan sebagainya, awalnya aku ingin ikut semaphore saja, tapi apadaya tingkat konsentrasiku benar-benar ciut gara-gara minyak tanah sialan itu, jadi aku ikut menaksir jarak dan tinggi benda saja. Kemudian kakak-kakak penegak yang mengkoordinator  kami menuntun kami ke pasar lam yang telah tidak digunakan lagi jaraknya pun hanya sekitar 1 km.

Sesampainya disana mereka memberikan kami kertas dan meminta kami untuk menaksir tinggi bangunan pos satpam dan menaksir jarak antar kaleng yang telah mereka letakan ditanah kalau menaksir tinggi gedung sih aku gak masalah, apalagi Cuma menggunakan rumus kesebangunan, itu sih gampang yang jadi pertanyaannya bagaimana menaksir jarak, padahal materi itu belum diajarkan. Jadi aku akal-akalan saja, kalau tongkatku yang kubawa panjangnya 160 cm maka tinggal kutambah-tambah saja sampai ujung kaleng sana, akhirnya penaksiran telah selesai, kulihat regu lain mengeker objek menggunakan kompas, entahlah apa maksud dari itu, aku sih cuek aja. Setelah selesai kami kembali ke lokasi lomba.

Sesampainya disana, kami tinggal menunggu hasil sambil mempersiapkan barang bawaan untuk pulang, sekitar jam 2 kami melaksanakan apel penutup dan kini saatnya perolehan hasil lomba untuk dibacakan, sambil membagi selemberan kertas yang berisikan penilaian lomba, ternyata kami gagal untuk maju ke LT3, soalnya Sekolah X yang melejit ke LT3, kalau dibilang sedih sih tidak, tapi kalau mengharukan iya, soalnya aku berhasi menjadi yang terbaik dalam bidang penaksiran, Alhamdullilah. Setelah selesai kami pun sayonara alias berjabat tangan ala pramuka, dan kemudian langsung pulang, setelah sampai dirumah tujuan utamaku adalah toilet, akhirnya bisa dilepas juga nih. Hemmm leganya. Toilet sweet toilet.

(Cerpen diatas hanyalah karangan gue yang apabila terjadi kesamaan maka hanyalah kebetulan)

2 komentar: